5 Pertanyaan untuk Menghadapi Masalah

Filed in Life, TipsTags:

masalah ibarat puzzle

Setiap manusia dianugerahi Tuhan dengan masalah yang berbeda-beda. Masalah itu muncul agar kita dapat terus bertumbuh menjadi lebih baik. Namun, ada beberapa orang yang merasa masalah yang dihadapinya tetap sama. Itu artinya, orang tersebut belum mampu untuk memetik hikmah dari masalah yang ia hadapi. Seiring bertambahnya usia, kita dituntut untuk mampu menghadapi masalah yang muncul, baik di dalam keluarga, pekerjaan, cinta, atau persahabatan. Namun, terkadang kita bingung untuk memulai dari mana proses penyelesaian masalah itu. Nah, berikut ini ada 5 pertanyaan yang dapat diajukan pada diri kita pribadi setiap menghadapi masalah.

  1. Di balik masalah ini, apa hikmah yang bisa dipetik? Pertanyaan ini mengubah pikiran kita dari negatif menjadi POSITIF.
  2. Bagaimana supaya semuanya menjadi baik? Pertanyaan ini meyakinkan kita bahwa semua akan baik-baik saja. Bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
  3. Apa yang harus saya lakukan agar semua berjalan seperti yang saya inginkan? Pertanyaan ini membuat kita melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalahnya dan FOKUS pada SOLUSInya.
  4. Apa yang perlu saya hentikan agar semua berjalan seperti yang saya inginkan? Pertanyaan ini membuat kita menyusun strategi untuk keluar dari masalah yang sedang kita hadapi.
  5. Bagaimana agar saya masih bisa happy ketika memecahkan masalah ini? Pertanyaan ini membuat kita tetap happy meskipun berhadapan dengan masalah seberat apapun.

The Darkest Hour

Filed in Mindset

Teori manajemen yang menyebutkan bahwa di setiap aktivitas yang kita lakukan, ada masa2 di mana kita merasa gagal. Biasanya terjadi ketika kita hampir menyentuh garis akhir. Dan seharusnya yang kita lakukan adalah terus maju dan menyelesaikannya. Tapi sebagian besar dari kita malah lari dan menghindar dari masalah tersebut. Di awal akan memberikan kelegaan, namun sebenarnya akan menambah berat masalah yang ada.

Dan beban itu jika kita biarkan akan memberikan efek domino, dimana akan merembet ke masalah yang lain. Akhirnya kita jadi kurang produktif, dan tertinggal dibandingkan dengan teman kita.

Grafologi

Filed in PersonalTags:

handwriting

Beberapa waktu yang lalu ada seorang rekan yang menawarkan jasa untuk membaca karakter diri hanya dengan melihat tulisan tangan yang populer disebut grafologi. Disiplin lmu ini sangat bermanfaat untuk mengetahui potensi diri seseorang, mencari partner bisnis yang tepat, serta untuk merekrut karyawan. Begitu mengetahui tentang ilmu ini, saya pun penasaran untuk mencobanya. Berikut hasil analisis dari tulisan tangan saya.

 

Saya coba jabarin dari apa yang saya liat di tanda tangan agan ya… ^^
1. Hal pertama yang saya lihat pada tanda tangan agan adalah. Saya melihat ada sisi lain yang ingin diperlihatkan pada orang banyak dari agan. Entah itu dari pandangan keluarga, teman atau pun dalam pekerjaan. Yang pastinya agan selalu “INGIN” dilihat dari sisi lain yang justru berlawanan dengan apa yang orang-orang pikirkan selama ini. Misalnya, agan ingin dikenal karena “Kepintarannya”, bukan karena tampang ataupun posisi, bahkan latar belakang keluarga… Disini saya melihat agan lebih merasa nyaman dengan sisi yang ini, dibanding dengan yang dipandang orang banyak mengenai diri agan… Coba deh dipikir-pikir, benar gak ??? dan apa yang ingin agan tunjukan kepada orang lain mengenai agan???
Saya sendiri melihatnya ini suatu yang POSITIF yang menunjukan KARAKTER KUAT dan KEMANDIRIAAN…
2. Orangnya Detil. Terkadang justru buat orang banyak hal tersebut tidak perlu dipusingkan atau diperhatikan. Tapi menurut agan hal tersebut malah perlu dan penting untuk diperhatikan…
Bagi diri sendiri hal ini sih BAGUS BANGET. Namun ingat, kadang memang tidak semua hal perlu diperlakukan atau diperhatikan secara detil. Selain itu agak annoying buat orang lain, hal ini juga akan sangat membuang waktu agan.
terkadang bisa jadi, pekerjaan yang harusnya bisa selesai dalam sesaat, jadinya akan lama kalau agan buat… dibilang Perfectionist juga engga sih, karena hasilnya juga tidak menjadi lebih bagus juga… hal ini yang menjadi nilai PLUS lagi buat agan dibanding orang yang PERFECTIONIST. Karena orang yang seperti itu, dia memang memperhatikan banget hal yang kecil sampai detil banget. Tapi saat dia merasa tidak nyaman dengan hasilnya, maka dia akan lebih baik mundur daripada dia menampilkan hasil yang jelek… Sedangkan kalau agan sih tetap aja pekerjaannya akan selesai, hanya mungkin agak lambat dan menyita waktu… buat orang banyak mah disebut “RIBET” hehehe…
3. Orangnya Luwes dan Terbuka terhadap orang lain. Tapi entah kenapa, saya sih liatnya meski agan udah bersikap baik, ramah, luwes dan terbuka, tetap aja gak semua orang bisa dengan mudah berteman dengan agan… Kalau untuk hal ini sih, saya lebih melihat masalahnya dari point yang pertama, yaitu Sisi lain yang ingin agan perlihatkan kepada orang lain. Jadinya, orang-orang baru agak sulit untuk bisa menangkap diri agan yang sebenarnya.
Santai aja, memang untuk hal ini, mau gak mau kita harus bertoleransi terhadap waktu… biar waktu saja yang akan membuat mereka tahu mengenai agan. Tidak perlu dipaksakan, jika mereka memang mau berteman, pasti mereka yang akan pro-aktif untuk mendekati agan… :) Mereka akan tahu karakter sebenarnya dari agan jika sudah mengenal lebih lama…
Nah, masalahnya adalah jika dengan klien… disini mau gak mau, agan yang harus lebih pro-aktif mendekatkan diri dan mengenalkan siapa agan lebih jauh biar mereka bisa lebih nyaman berbisnis dengan agan. Khususnya buat rekanan bisnis jangka panjang ya :) … kalau yang jangka pendek mah gak perlu ngenalin diri… toh besok-besok belum tentu juga kita akan bertemu mereka lagi hehehe…
4. Saya juga melihat ada kelemahan dalam diri agan. Yaitu orangnya terlihat santai, apa adanya, gak ngoyo… kesannya sih kayak KURANG TERMOTIVASI… Tampaknya lebih karena agan merasa NYAMAN aja dengan hal yang sekarang agan miliki. Namun sayangnya, bagi keluarga, rekan kerja, teman dan pimpinan hal ini sangat disayangkan. Karena mereka berharap LEBIH dari agan… seperti kurang ‘GREGET” gitu hidupnya hehehe… Selalu cari “AMAN”… Entah benar atau tidak, tapi itu yang saya lihat…
Menjalani kehidupan dengan cara AMAN dan NYAMAN memang SANGAT BAIK… tapi ingat, hidup hanya sekali, kenapa gak mencoba nge-push diri untuk melakukan sesuatu yang BESAR buat diri sendiri. Toh sekalipun GAGAL, tidak ada yang rugi. KEGAGALAN adalah AWAL dari KESUKSESAN bukan ???… Dan tanpa kita melakukan kesalahan,mana mungkin kita bisa menjadi BENAR…
Kenapa saya bilang seperti ini?. Karena karakter agan mendukung untuk berbuat sesuatu yang LEBIH. Agan orangnya cukup detil, jadi saya rasa, dalam melakukan sesuatu pasti selalu ada persiapan. Dan karena itu pulalah, sudah semestinya agan gak perlu TAKUT untuk melakukan sesuatu yang BESAR buat diri agan sendiri…
5. Yang terakhir saya lihat adalah, LOGIKA-nya selalu main dibanding rasa seni-nya… Dalam berbisnis dan melakukan berbagai hal dalam kehidupan memang SANGAT DIPERLUKAN MENGGUNAKAN LOGIKA. Tapi jangan salah, terkadang LOGIKA pun membuat kita jadi TAKUT untuk melangkah… Karena sedikit-sedikit sudah memikirkan hasil akhirnya seperti apa. Dan sayangnya yang selalu terpikirkan adalah yang jelek-jeleknya terus. Ini yang selalu bikin agan mencari jalan ‘AMAN” terus…
Memakai LOGIKA memang perlu. Tapi juga selalu bekali diri dengan berbagai macam informasi, baik yang didapat melalui buku, tv, internet dll. Sehingga meskipun LOGIKA berbicara, tapi hasil akhirnya akan lebih banyak yang POSITIF, karena banyaknya informasi yang telah agan terima… Dengan begitu, tidak perlu lagi berbagai macam kekhawatiran yang berlebih, yang bikin agan selalu cari jalan AMAN…
Semoga hal itu cukup memberikan informasi buat agan. Sebelum mulai menjudge… coba deh bandingin apa yang saya tulis ini dengan kehidupan yang agan jalani sekarang… coba ingat-ingat dan flashback… apakah agan seperti itu ? Jika ya. Pastinya agan, bisa MEMULAI UNTUK MENJADI LEBIH BAIK DONG SEKARANG :)
Terima kasih
- Ega -

Setelah baca hasil analisis ini.. speechless. Hampir 100% benar. Kok bisa ya ada ilmu yang beginian. Padahal saya belum pernah bertatap langsung dengan grapholog ini, murni hanya melihat dari tulisan tangan saya. Setelah melakukan penelusuran di internet, ternyata ilmu ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Dan kabar baiknya, sudah ada beberapa orang di Indonesia yang menyelenggarakan workshop untuk menguasai kemampuan ini. Layak untuk masuk dalam daftar workshop yang harus diikuti tahun ini.

 

The Magic of Dream Book

Filed in Books, ReviewTags:

the magic of dream book

Begitu lihat judulnya, teringat akan memori 5 tahun silam, ketika pertama kali berkenalan dengan bisnis pemasaran jaringan. Satu hal yang wajib dimiliki ketika ingin memulai bisnis tersebut adalah membuat dream book, yaitu media tempat menuangkan apa yang menjadi harapan atau impian yang ingin kita wujudkan. Karena itulah bahan bakar terbesar untuk menjalankan bisnis pemasaran jaringan. Kenapa? Karena untuk menjalankan bisnis ini dilakukan hampir tanpa modal. Selain itu di Indonesia bisnis ini banyak mendapat cap yang kurang baik karena banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh para distributornya. Ditambah dengan banyaknya perusahaan money game yang berkedok MLM sehingga banyak masyarakat yang trauma dengan bisnis ini. Namun di luar itu semua, banyak hal-hal positif yang dapat kita pelajari dari bisnis ini. Di lain waktu akan saya bahas lebih banyak tentang hal ini.

Buku ini berisi tentang perjalanan hidup seorang Rangga Umara, pengusaha pecel lele LELA yang saat ini sudah tumbuh besar. Ketika kita berbicara tentang bisnis, tidak dapat dilepaskan dari kehidupan, karena di dalam bisnis itulah terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat kita pelajari.

Di bab-bab awal, diceritakan permulaan rangga umara yang ketika sma sudah memiliki impian untuk membuka usaha, namun ketika lulus kuliah melamar pekerjaan karena saran dari orang tua, hingga akhirnya menikah dan tidak menemukan gairah hidupnya. akhirnya diputuskan untuk merintis bisnis.

Myelin: When Brain Memory is not Enough

Filed in Growth, MindsetTags: ,

myelin man

Sejak kita menempuh pendidikan formal dari TK hingga perguruan tinggi, aspek pembelajaran yang paling menonjol adalah aspek kognitif yang hanya mengutamakan kemampuan otak (brain memory). Keberhasilan dari pendekatan ini menghasilkan manusia-manusia yang cerdas secara intelektual namun miskin akan tindakan karena terlalu banyak berpikir.

Saya pribadi menjadi salah satu murid yang menempuh sistem pendidikan yang hanya menekankan pada aspek brain memory. Sejak kecil aspek kognitif mendapatkan porsi yang jauh lebih besar. Dilihat dari prestasi akademik, memang menghasilkan prestasi yang baik, namun tidak diimbangi dengan kemampuan muscle memory atau myelin. Perkembangan ilmu pengetahuan terbaru menunjukkan bahwa dengan hanya mengandalkan brain memory maka kita akan sulit untuk berinovasi, melakukan koordinasi, dan melakukan perubahan. Padahal di tengah perkembangan zaman yang sangat pesat saat ini, kemampuan menghadapi perubahan merupakan salah satu hal yang wajib kita miliki.

Salah satu contoh sederhana tentang perbedaan antara brain memory dan muscle memory ada pada kereta api di Indonesia dan kereta api Shinkanzen di Jepang. Kereta api terdiri dari lokomotif dan gerbong, dimana fungsi lokomotif adalah menggerakkan kereta. Kereta api di Indonesia hanya menempatkan lokomotif di kepala kereta, sedangkan kereta api Shinkanzen di Jepang menempatkan lokomotif di seluruh rangkaian gerbong. Hasilnya dapat ditebak, kecepatan kereta api Shinkanzen jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kereta api di Indonesia.

Begitu pula dengan kita, jika hanya mengandalkan kemampuan otak tanpa ditunjang dengan melatih muscle memory, maka kecepatan pencapaian yang kita lakukan tidak akan optimal. Menariknya, kemampuan muscle memory dapat kita latih apapun kondisi kita saat ini. Guru Besar UI Prof. Rhenald Kasali juga menulis sebuah buku yang khusus membahas tentang muscle memory ini, yaitu Myelin. Beliau juga memiliki organisasi Rumah Perubahan untuk membantu masyarakat bertransformasi agar dapat menggunakan kemampuan brain memory dan muscle memory dengan lebih optimal.

Waktu: Kenikmatan yang Melenakan

Filed in Personal, Tips

refleksi hidup

Ada 2 kenikmatan yang terkadang tidak kita sadari, yaitu kesehatan yang kita dapatkan serta waktu yang kita gunakan. Setiap orang dibekali waktu yang sama dalam sehari, namun pencapaian yang dilakukan setiap orang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya perbedaan produktivitas ini, salah satunya adalah kemampuan seseorang dalam memanajemen waktu. Secara kuantitas, orang yang banyak memiliki waktu luang seharusnya mampu menggunakan waktu luangnya untuk melakukan hal-hal yang produktif. Namun secara kualitas, mereka yang hanya memiliki sedikit waktu luang lebih mampu mengoptimalkan waktu luang mereka untuk hal-hal yang lebih produktif. Ada juga beberapa orang yang merasa kekurangan waktu untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya ingin mereka lakukan.

Untuk mengatasi hal itu, berikut ada panduan yang dapat kita gunakan untuk menjadikan hidup kita lebih produktif dan bermanfaat. Panduan ini diambil dari buku The Magic of Thinking Big.

 

1. Menghentikan kebiasaan:

- menunda
- menonton tv lebih dari 1 jam
- bergosip
- bahasa yang negatif

2. Menguasai kebiasaan:

- memeriksa penampilan di pagi hari
- memuji orang lain ketika bertemu
- merencanakan jadwal kegiatan setiap hari di malam sebelumnya

3. Menajamkan pikiran dengan cara:

- mengalokasikan 2 jam/minggu untuk membaca materi sesuai bidang Anda
- membaca 1 buku pengembangan diri
- mendapatkan 4 teman baru
- mengalokasikan 30 menit/hari untuk berpikir tenang

 

Inspirational Song: Bunda

Filed in PersonalTags: ,

dream book

Tiba-tiba hati ini bergetar ketika mendengar lagu Bunda yang dinyanyikan oleh alm. Ade Namnung di tv. Teringat akan perjuangan ibu yang telah merawat dan mengajari saya banyak hal hingga saat ini. Sedikit mengingat ke belakang, lagu Bunda merupakan lagu yang rutin saya dengarkan setiap tengah malam sembari melihat dream book sebagai afirmasi tentang goal yang ingin saya raih. Terkadang kita kehilangan arah akan tujuan yang ingin kita raih atau merasa frustasi akan tantangan yang harus kita hadapi. Dengan melihat kembali dream book yang telah kita buat, kita seperti melakukan recharge energi untuk berjuang kembali meraih apa yang kita impikan.

Timeline Kehidupan

Filed in Life, TipsTags: ,

galeri sejarah

Kadang kita tidak menyadari begitu cepatnya waktu berputar. Kenangan-kenangan lama yang telah lewat beberapa tahun bahkan puluhan tahun tiba-tiba meronta keluar menyesaki memori kita. Mari sejenak kita membuat timeline atas kehidupan yang telah kita jalani, mulai dari kita lahir, melewati masa kecil, menempuh jenjang pendidikan, hingga saat ini dimana kita mengemban tanggung jawab di bidang yang kita tekuni. Terkadang perjalanan hidup yang begitu cepat membuat kita tersenyum atas prestasi yang telah kita raih, pengalaman seru dengan teman dan sahabat kita, atau menyesal karena belum melakukan apa yang sebenarnya ingin kita lakukan di masa lalu.

Oleh karena itu marilah kita meluangkan waktu sejenak untuk menulis perjalanan kehidupan kita. Untuk melakukan refleksi atas apa yang telah kita lakukan dan yang sebaiknya kita lakukan di masa mendatang. Agar suatu saat ketika kita menulis biografi kehidupan kita, banyak pencapaian yang telah kita raih untuk diceritakan kepada anak cucu kita.

Kenali Keyakinan yang Membatasi Diri Anda

Filed in MindsetTags:

be positive

Sudahkah Anda bahagia dengan kehidupan yang Anda jalani saat ini? Mari sejenak kita renungkan atas semua perjalanan kehidupan yang telah kita lalui. Selamat saya ucapkan bagi Anda yang telah berada di dalam jalan kebahagiaan dalam mengarungi hidup ini. Namun bagi Anda yang masih bingung atau kecewa karena tidak dapat mencapai apa yang Anda inginkan, bisa jadi hal itu disebabkan oleh keyakinan diri yang menghambat untuk meraih prestasi atau hal yang kita inginkan.

Hal ini pula yang baru-baru ini saya temukan di dalam diri saya. Keyakinan yang ternyata menghambat pencapaian saya selama ini adalah saya tidak mampu meraih apa yang saya inginkan secara bersamaan. Dengan kata lain, jika saya menginginkan A dan B, maka salah satunya harus dikorbankan. Hal ini secara tidak sadar telah tertanam sejak saya duduk di bangku SMA. Selama 7 tahun keyakinan itu telah menyabotase diri saya sehingga menghambat saya untuk mencapai tujuan saya.

 

Berubah ala Kartun Jepang

Filed in Growth, MindsetTags:

kamen rider

Pasti di antara kita sudah tidak asing dengan tokoh-tokoh kartun Jepang semacam Power Ranger, Ultraman, dan Kamen Rider. Di negara asalnya, film ini menjadi tontonan wajib bagi para siswa. Ternyata ada nilai tersembunyi yang selama ini luput oleh perhatian kita. Yaitu untuk mendapatkan kekuatan, para tokoh kartun tadi diharuskan untuk berubah terlebih dahulu. Pesan inilah yang tidak sampai ke negara kita, sehingga ketika kita menonton kartun tadi, yang kita perhatikan hanya perkelahian yang dilakukan antara jagoan dan musuhnya. Betapa semakin kagumnya saya dengan budaya Jepang yang sarat akan unsur kreatif dalam setiap kegiatan dan aktivitas yang dilakukan. Banyaknya pendidikan karakter yang telah ditanamkan sejak kecil juga turut membantu masyarakat mereka untuk dapat bersaing secara global.

About

Just share a piece of mind.
Interest in business, technology, & psychology.
Thinker
Vidatra
IE ITS
TDA
Gooner

Contact:
0818303732
mail[at]mardiantony[dot]com

Categories
Click to view / hide